Senin, 03 Desember 2018

The Sentinel : Tertutup Dan Mengerikan


                 (Foto pulau sentinel Utara)

Pada November 2018 ada sebuah peristiwa yang cukup mencuri perhatian, seorang misionaris dari Amerika Serikat yang sedang mencoba menyebarkan sebuah ajaran kepercayaan yang ia yakini di bunuh oleh sekelompok orang yang berada di pulau dekat Samudra Hindia. Pulau tersebut adalah Sentinel utara dan kelompok orang-orang tersebut adalah kelompok suku Sentinel.

Pulau Sentinel Utara atau North Sentinel Island adalah sebuah pulau yang berada di Teluk Benggala, Kepulauan Andaman. Secara teritori pulau tersebut masuk ke dalam wilayah india, dan jika ditarik garis lurus letak pulau tersebut berseberangan langsung dengan negara Thailand. Tak banyak orang mengenal pulau tersebut dan minimnya informasi yang di dapat soal keadaan di dalam pulau karena penduduk di palau tersebut sangat tertutup dan begitu tidak ramah dengan orang luar.

Suku Sentinel

            (Foto suku Sentinel dari pinggi pantai)

Penduduk pulau Sentinel Utara adalah para anggota suku Sentinel, suku ini di yakini sudah hidup sejak 60 ribu tahun lalu. Bentuk fisik para suku Sentinel persis seperti orang Afrika, di yakini penduduk asli pulau tersebut berasal dari Afrika yang melakukan migrasi pada lebih dari 60 ribu tahun lalu ke Asia dan menetap di pulau tersebut.

Mereka di yakini sangat tangguh karena bisa bertahan sampai sejauh ini tanpa bantuan dari dunia luar.  Mereka belum mengenal yang namanya obat-obatan modern, vaksin adalah hal yang belum tersentuh sama sekali oleh para penduduk disana. Sehingga interaksi dengan dunia luar dapat mempengaruhi persebaran penyakit menular seperti flu dan campak.

Karena hal tersebut pemerintah India melarang seluruh interaksi dunia luar kepada para penduduk pulau tersebut untuk menghindari terjadinya persebaran penyakit kepada para penduduk yang dapat mengakibatkan kepunahan. Bahasa dan jumlah populasi pulau tersebut sampai sekarang belum bisa di identifikasi karena sulitnya akses masuk kedalam pulau sehingga pemerintah tidak dapat melakukan sensus di pulau tersebut.

Pada akhirnya pemerintah India melakukan sensus hanya berdasarkan foto yang di ambil dengan helikopter dari atas pulau (itupun sering terkendala karena helikopter sering di serang mengguakan panah). Dan sensus sementara menujukan 250 penduduk pada 2001 (dilansir Wikipedia).  Namun jumlah ini di yakini sudah berkurang derastis mengingat bencana besar yang terjadi  2004 silam di Samudra Hindia terjadi sunami besar.

Selain terisolasi dari dunia luar mereka di kenal sangat tidak ramah pada dunia luar, ketidak ramahan mereka mengakibatkan seorang turis dan nelayan sekitar meninggal akibat di bunuh ketika menginjakan kaki di pulau tersebut.

Pembunuhan Allen Chau  

 
(Allen Chau bersama nelayan India sebelum di bunuh Penduduk Sentinel)

Pada bulan November 2018, John Allen Chau adalah seorang misionaris asal Amerika Serikat berusia 27 tahun dan sekaligus seorang yang gemar berpetualang. Niat baiknya yang akan mengajarkan sebuah ajaran kitab suci yang ia yakini ke dalam penduduk suku terpencil tersebut berbuah sebuah petaka besar. Dirinya di bunuh oleh sekelompok orang-orang suku Sentinel dengan hujaman anak panah dan jasadnya masih tertinggal disana dan sulit untuk di evakuasi.

John Allen Chau di beritakan datang ke Pulau Sentinel Utara dengan bantuan beberapa orang nelayan dan membayar uang dengan jumlah cukup besar agar para nelayan mau mengantarkan ke pulau tersebut. Para nelayan tersebut di tangkap oleh pemerintah India karena sudah menyalahi aturan dengan datang dan membawa turis ke pulau tersebut.

Kejadian serupa pernah terjadi pada 2006 silam ketika 2 orang nelayan asal India sedang mencari ikan dan mendarat di pulau tersebut di bunuh oleh para penduduk pulau dan mayatnya di kuburkan di pinggiran pantai dengan hanya di tutup sebuah pasir yang sangat dangkal.


Kisah TN Pandit dan Keterbukaan Suku Sentinel Kepada Orang Asing

      (TN Pandit sedang berinteraksi dengan suku Sentinel)

Sebelum suku sentinel menjadi seagresif seperti sekarang, dahulu pada tahun 1967 ada seorang Antroplog India bernama Triloknath Pandit (TN Pandit) memimpin sebuah tim ekspedisi guna melakukan kunjungan ke pulau tersebut. Dengan sebuah misi mencoba mencari informasi tentang penduduk dan kondisi di dalam pulau. Karna sejak jaman dahulu pulau tersebut benar-benar tidak pernah tersentuh.

Dengan di temani beberapa orang dan kapal, TN Pandit sempat melakukan interaksi di sekitar pantai pulau walaupun dengan awal yang kurang mendapat sambutan. Tak sampai kapal berlabuh di pinggir pantai tim mereka telah di hadang oleh kelompok suku Sentinel. Senjata lengkap mereka bawa seperti panah dan busur (tak sampai melukai). Namun dengan pendekatan baik mereka bisa dekat dan berintaksi langsung walaupun tidak sampai menginjakan kaki ke dalam pulau. Mereka memberikan kenang-kenangan kepada pada orang-orang suku Sentinel seperti kelapa, peralatan modern, dan seekor babi sebagai simbol perkenalan.

Setelah TN Andit dan suku Sentinel saling berinteraksi, pemerintah India melarang siapaun untuk melakukan kunjungan ke dalam pulau hingga melakukan interaksi langsung ke para penduduk karna di yakini sangat berbahaya. Tak tanggung-tanggung jika dilanggar akan di hukum pidana berat oleh pemerintah India.  

Kasus Allen Chou adalah sebuah kesalahan yang bermula dari menghiraukan aturan sehingga berujung dengan petaka. Ada sebuah pepatah bilang “Aturan dibuat untuk di langar”, namun pepatah tersebut sepertinya tidak berlaku untuk pulau Sentinel Utara. Karna jika dilanggar bahaya besar akan siap menanti. Lagipula sebagai warga negara yang baik bijaknya menjadi orang yang taat kepada aturan bukan?

(Abdul Rohman)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar