Sabtu, 22 Desember 2018

MIRIS! 2 Turis Perempuan Asal Skandinavia Di Bunuh Oleh ISIS Di Maroko


 
Maren Ueland, Salah satu korban yang di bunuh dan di rekam hingga viral di internet.

Ada cerita miris datang dari negara Maroko. 2 orang turis asal negara Skandinavia meninggal secara tragis ketika sedang melakukan pendakian di pegunungan Atlas. 2 turis tersebut bernama Maren Ueland (28) Asal Denmark & Louisa Vesterager Jespersen (24)  Asal Norwegia. Turis wanita tersebut meninggal dengan kondisi leher yang di sayat habis dengan brutal.

                 Maren Ueland (Kiri) Dan Louisa (Kanan)

Pada 21 November 2018 dalam akun facebooknya Louisa menulis, “Sahabat-sahabatku, aku akan pergi ke Maroko pada bulan Desember. Apa ada di antara kalian atau teman-teman pendaki yang tahu sesuatu tentang Gunung Toubkal?".

Louisa sudah merencanakan pendakiannya jauh sebelumnya, dengan di temani temannya dari Denmark (Maren Ueland). Mereka hendak pergi mendaki ke Gunung Toubakal. Hanya dengan ber 2 saja. Jika di lihat dari laman Facebooknya keduanya memang mempunyai hoby backpacker kealam terbuka. Jadi untuk petualangan mereka kali ini bukan lah yang pertama.



Gunung Toubkal sendiri adalah sebuah gunung di barat Maroko, berjarak 63 km dari barat Marrakesh, puncak tertinggi di pegunungan Atlas. Dan faktanya tempat tersebut merupakan wisata populer yang ada di negara tersebut. Namun sial ketika sedang beristirahat dalam jalur pendakian di dalam tenda. Mereka bertemu dengan beberapa orang teroris ISIS. Keesokan paginya pada 17 Desember 2018 tubuh mereka di temukan tak bernyawa dengan konsisi mengenaskan di Desa wisata Imli. Leher di sayat habis, dan tak habis setelah itu aksi pembunuhan yang terjadi di abadikan dalam sebuah rekaman yang sangat jelas dan menjadi viral di Internet.

Para Pelaku Telah Di Tangkap

                 Para pelaku pembunuhan sadis

17 Desember 2018 ketika mayat merea berdua di temukan, kepolisian di negara tersebut bergerak dengan cepat dan menangkap pelaku yang di identifikasi berjumlah 3 orang.  Para pelaku di tangkap ketika sedang di dalam bus di Marakesh, penangkapan mereka di lakukan dengan mudah karena tidak adanya perlawanan. Penangkapan para pelaku telah di bantu oleh laporan pedagang sekitar karena merasa aneh dengan tingkah para pelaku yang sedang menggenggam pisau berukuran besar ketika sedang membeli minuman.

Berdasarkan rekaman dari video, para pelaku membunuh para korban dengan menggunakan sebuah pisau dapur, dan motif mereka sendiri di dasari karena alasan balas dendam karena serangan pasukan koalisi internasional ke kota Hijran, Suriah.

Beberapa barang bukti yang telah di kumpulan menujukan begitu banyaknya benda tajam yang mereka bawa ketika itu.


Miris bukan ? membunuh sesama manusia dengan alasan apapun tidak sangat di benarkan. Apalagi dengan alasan politik seperti itu. Semoga Indonesia tetap damai dan terhidar dari para ekstrimis seperti mereka.

(KLIK DISINI) untuk melihat detik-detik pembantaian sadis tersebut. Video mengandung adegan sayatan, darah, dan sangat-sangat menganggu. Dimohon kebijaksanaannya.

(Abdul Rohman)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar