Senin, 19 November 2018

Mary Caleste : Terombang Ambing Di Lautan Tanpa Penumpang




Laut pada jaman dahulu sangatlah ditakuti, karena orang-orang belum sesuperior seperti sekarang yang dengan gagah beraninya bisa melakukan ekspedisi yang sangat begitu jauh dengan bantuan sebuah kapal yang canggih. Ada sebuah legenda yang cukup populer yang hidup sampai sekarang, yaitu mengenai sebuah kapal besar yang berjenis kargo berlayar bak sebuah kapal hantu tanpa penumpang,kru dan kapten kapal. Nama kapal tersebut adalah Mary Caleste.


Mengenal Mary Caleste


Mary Caleste adalah nama dari sebuah kapal yang cukup besar memiki dua tiang berjenis kapal cargo atau kapal kusus bermuatan barang. Dulu ketika baru dibuat Mary Caleste dinamai sebagai Amazon, dibuat oleh tim pembuat kapal pimpinan Joshua Dewis pada tahun 1861 di pulau Spencer, Skotlandia. Karena dahulu sering sekali mengalami nasib sial ketika masih memakai nama Amazon maka namanya diganti menjadi Mary Caleste (dengan pemilik yang baru).

Sering Mengalami Nasib Sial

Pada awal penamaannya sebagai Amazon kapal tersebut sering mengalami nasib yang sial sehingga harus dijual ke orang lain, beberapa kejadian sial yang pernah dialami diantaranya. Kapten kapal pertamanya Robert McLellan, yang berstatus sebagai anak pemilik kapal meninggal setelah sebelumnya mengidap Pneumonia selang 9 hari sesudah memimpin pelayaran kapal tersebut. Dan kapten selanjutnya mengalami sial dipecat atas insiden kebakaran yang terjadi dalam kapalnya secara tiba-tiba ketika didalam pelabuhan untuk melakukan pembetulan karena telah menabrak kapal nelayan.

Setelah masa-masa suram tersebut nasib buruk seolah hilang pada Amazon, sampai pada tahun 1867 kapal tersebut mengalami rusak parah akibat terhempas oleh badai di Teluk Glace dan harus dijual seharga $1750 pada pemiliknya yang baru Richard Haines di New York. Pada saat itu nama kapal mulai diganti menjadi Mary Caleste.

Menghilang Dan Menjadi Legenda          

Dari pemiliknya yang baru Richard Haines, kapal ini mulai didaftarkan dalam keikut sertaannya pada perdagangan di pelabuhan Wilayah Adriatic. Dengan kapten kapal baru bernama Benjamin Briggs. Pada tanggal 5 November 1872 kapal Mary Caleste melakukan pelayaran yang membuatnya menjadi sebuah legenda dimana pada saat itu kapal tersebut membawa muatan kargo berupa 1.701 barel alkohol yang akan dikirimkannya ke Genoa, Italia dari Staten Island, New York. Dengan nilai muatan sebesar $35.000 (dengan asuransi) karna nilainya cukup besar.

Pelayaran dilakukan dengan 10 orang dan didalamnya ada istri dan anak sang kapten kapal Benjamin Briggs yaitu Sarah Briggs (Istri) , Shopia Mathilda Briggs (anak) yang saat itu masih berusia 2 tahun.

         Keluarga Briggs (Benjamin, Sarah, & Shopia)
 
Pada saat sebelum pelayaran Bernjamin Briggs sempat berbincang dengan kapten kapal dari perdagangan inggris Dei Gratia yang ternyata adalah salah satu temannya David Reed Morehouse. Mereka baru sadar ternyata memiki 1 jalur pelayaran yang sama  yaitu menuju laut Atlantik melewati Selat Gibraltar, Mediterania.

Kapal Mary Caleste berangkat terlebih dahulu dengan para awaknya yang sudah berpengalaman pada 7 November 1872 dan Dei Gratia harus menyusul 8 hari setelahnya karena masih menunggu muatan angkutan cargonya. Pada 5 Desember 1872 ketika Kapal Dei Gratia sedang berlayar. seorang awak kapal melihat Kapal yang sedang terombang-ambing dengan teropongnya di 600 mil sebelah Barat Portugal dan ketika Kapal mencoba mendekati dan mencari tahu ternyata kapal tersebut adalah kapal Mary Caleste. Seluruh kapal ditemukan kosong tanpa penumpang, sekoci sudah hilang pada tempatnya. Namun yang menjadi sebuah tanda tanya mengapa kapal ini belum sampai ke Itali dan kosong padahal sudah berangkat lebih dahulu dari Dei Gratia. Beberap Awak Dei Gratia melakukan pengecekan didalam kapal dan menemui semua barang-barang berharga masih utuh seperti muatan Cargo, persedian makananan dan air bersih selama 6 bulan juga masih utuh, yang hilang hanya berkas-berkas pelayaran.  Kondisi kapal diketahui masih layak untuk berlayar walaupun dibagian kapal ada air setinggi 1 meter dan bekas pompa air yang rusak namun tidak ada kendala untuk berlayar.

Mary Caleste seolah berubah seperti kapal hantu, yang terombang-ambing menuju Gibraltar. Para awaknya tidak diketahui menghilang entah kemana. Sampai setelah itu kapten Morehouse memerintahkan anak buahnya untuk mengambil alih kapal tersebut dan mengantarkannya ke pelabuhan. Hingga saat ini para penumpang Mary Caleste tidak pernah diketahui keberadaannya, meninggal ataukah masih hidup ditempat lain? Banyak spekualasi muncul mengenai Kapal Mary Caleste, banyak orang mengira kapal itu di bajak oleh perompak namun hal tersebut masih menjadi perdebatan karna kondisi kapal yang masih utuh, tanpa ada bekas perusakan. Para penumpang kapal tersebut sepertinya tergesa-gesa meninggalkan kapal entah bagaimana karena banyaknya barang-barang berharga ditinggalkan dan kompas yang menjadi hal penting dalam sebuah pelayaran ditinggalkan begitu saja di kapal tersebut. 
Menurut kalian kemana perginya para penumpang tersebut ? tenggelam didalam laut ataukah masuk kedalam Lorong waktu seperti halnya spekulasi pada segitiga Bermuda ? semua itu masih menjadi misteri hingga saat ini.


(Abdul Rohman)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar