Kamis, 15 November 2018

Cerita Pendek : Pria Dibelakang Tower, Part 1

    (Gambar diambil dari Deviantart)


Lagi, hari ini tepat selang 5 tahun lalu ada seorang anak kecil yang bernama Riki hilang di desaku. Dan entah kenapa tiba-tiba kejadian itu bisa terulang lagi pada hari ini. Saat itu ada puluhan warga berkumpul seperti sedang bersiap perang. Dengan berbekal sebuah obor mereka berpencar menyusuri sisi-sisi sudut desa yang sekiranya bisa membuat Riki ditemukan.

“Tap..Tap..Tap”, suara langkah kaki begitu keras terdengar.


Para warga termasuk aku dengan cepat menuju ke balai desa, menemui Kepala Desa dan mendengarkan informasi siapa lagi yang hilang pada kali ini. Berita orang yang hilang begitu cepat menyebar seperti wabah penyakit. Hanya butuh beberapa jam saja sampai berita itu menimbulkan begitu banyak kegaduhan di sini.

“Semuanya saya harap tenang”, ucap Kepala Desa yang kerap disapa pak Daud.

“Saya yakin semua hadirin yang ada disini bertanya-tanya sekaligus kawatir akan berita orang hilang 
yang ada di Desa ini, berita itu memang betul saya disini ingin mengajak para hadirin untuk ikut dalam proses pencarian korban sore ini”, ucap kepala desa dengan tegas.

Desaku adalah sebuah desa yang tidak terlalu besar letaknya di sebuah kecamatan Sekar Agung, kabupaten Lubuk Hijau, Provinsi Jawa Tengah. Dahulu desaku adalah sebuah desa yang cukup terpinggirkan, minim insfratuktur banyak jalan yang belum diaspal. Dan semua akses disini bisa dibilang sangat konvensional. Dimana moda transportasi seperti sepeda motor saja masih sangat jarang ditemui. Karna mayoritas orang-orang disini berprofesi sebagi petani. Orang-orang disini hidup dengan sangat sederhana. Kemewahan sangat jarang ditemukan maka jangan heran jika kau berkujung kesini dan menemui hanya segelintir orang saja yang memiliki kedaraan tersebut.
Tepatnya setelah 10 tahun lalu ada sebuah pembangunan sebuah tower pemancar sinyal disini, bak sebuah angin segar setelah selang beberapa lama tower itu dibangun. Desa ini perlahan berjalan menuju sebuah kemajuan. Dimana desa ini seolah mulai dikenal oleh desa-desa disekitarnya. Mulai banyak mobil berlalu Lalang (yang dulu sangat jarang ditemui), perekonomian berkembang, perdagangan mulai tumbuh disini dimana beberapa orang mulai berbondong-bondong mencoba peruntungannya disini.

Namun kisah pelik menghiasi pembangun Tower tersebut dan menjadi sebuah cerita horror sampai hari ini, ada sebuah makam kuno yang berjarak beberapa puluh meter dari desa dan dipinggirnya terbendang jalan utama akses desaku. Jadi ketika kau ingin berkunjung kesini kau akan melihatnya dari samping jalan. Tempatnya yang dikelilingi persawahan dan pohon pohon rimbun dipilih menjadi lokasi strategis pembangunan Tower tersebut. Konon dahulu makan kuno tersebut sering memunculkan cerita dikalangan orang-orang sekitar akan sosok misterius. Sosok apa ? seorang yang berperawakan seperti laki-laki, memakai penutup kepala seperti karung yang berukuran kecil, dengan pakaian layaknya seperti petani dan membawa gagang cangkul selalu ada disekitar makam tersebut. Tapi itu hanya cerita dikalangan orang-orang sekitar yang sampai sejauh ini belum pernah ada yang melihatnya termasuk aku.

Bersambung…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar