Sabtu, 17 November 2018

Cerita Pendek : Cinderella Man, Part 2

       
   (gambar diambil dari Deviantart)

Part 1 bisa dibaca disini 

“gubraak,,,,,”, terdengar suara hentakan.


“Ibu-Ibu sialan, kenapa bisa sen kekanan tapi belok kiri”, aku begitu kesal.


Motorku terpental karena aku membanting setir secara mendadak ketika laju motor sedikit kencang. Orang-orang melihatku, terihat tatapan iba dari mata mereka, 4 orang pria paruh baya dan 1 orang pemuda menghampiriku dan mencoba mengangkat motor dan membantuku berdiri.



“Masnya gak apa-apa? ayo saya bantu bawa ke klinik barangkali ada yang lecet dan memar”, sahut salah satu Pria paruh baya yang menolongku.


“Hati-hati mas, disini memang banyak ibu-ibu model begitu jadi harus waspada saat bawa motor”, ucap seorang pemuda yang menolongku.


“Terima kasih… tapi saya gak apa-apa”,ucapku sambil berlagak semuanya baik baik saja.


Karna aku tidak mau hal sepele seperti ini menjadi sedikit rumit, aku tolak tawaran bantuan dari orang-orang tersebut untuk menuju ke klinik. Karna saat ini aku masih memiliki tugas yang harus aku selesaikan sebelum aku dapat beristirahat. Tangan terasa sedikit sakit karna harus menahan tubuh ketika terjatuh barusan. Tapi aku tidak mau ambil pusing.


Waktu beranjak sore akhirnya semua pekerjaan melelahkan ini selesai, aku baru sadar bahwa hari ini sabtu dan berarti nanti malam adalah malam minggu. Sepertinya ini adalah waktunya aku mengajak Cindy makan dan berjalan-jalan. Setelah beberapa lama aku kenal dengannya, sangat lucu rasanya kali ini aku mengajak dia untuk menghabiskan waktu bersama. Padahal kami akrab sekali di Whatsapp.


“Sore Cindy”, aku mulai mengirim pesan.


“30 menit tidak ada balasan, apa dia sedang sibuk?”,pikirku


“Tring…Tringgg”, notifikasi pesanku berbunyi, mungkin pikirku dari temanku yang ingin 
memimjam uang.


“sore juga, kenapa??”, pesan dari Cindy.

 Dengan sedikit kaget aku perlahan membalas pesannya.


“kamu nanti malam ada acara?”, balasku


“hmmmm..Gak ada, kenapa ya???”,balas Cindy.


“ohh, aku mau ajak kamu makan sambil cuci mata liat cowok ganteng nanti malem mau gak? hehe”,aku balas dengan sedikit bercanda.


“boleh, biar gak galau nanti malem heheh, tapi dimana ya ??”. balas Cindy.


“Di Mall Kelapa Dua gimana?? Nanti kamu aku jemput”, tanyaku.


“oke deh, gak usah nanti ketemuan disana aja jam 7 ya”.Balas Cindy.


“oke Cindy”. Begitulah jawabku namun dengan sedikit heran, padahal aku yang 
mengajaknya namun dia yang mengatur waktunya. Tapi tidak apa itu tidak penting.


Karna saat ini aku sudah mendapat rencana yang bagus untuk nanti malam, saatnya aku bergegas dan segera beres-beres dengan rapi untuk janji nanti malam. Ku tengok jam sudah menunjukan pukul 6:30 semua yang aku perlukan sudah siap. Jam (sebagai pengingat waktu), stelan rapi, sepatu keren (satu-satunya yang aku punya), dan tak lupa yang terpenting dari itu semua adalah dompet. Akan sangat lucu jika aku lupa membawa dompet dan nantinya Cindy yang harus membayar makan malamnya.


Sudah pukul 7 malam, tak kusangka aku datang tepat waktu padahal awalnya ku kira aku bakal terlambat terkena macet. Bodohnya aku…, aku mengajak seorang perempuan di Mall tapi belum mengatur tempat pertemuannya. Bagaimana nanti kalau ternyata Cindy menunggu di depan pintu masuk pikirku. Dengan segera aku pegang cari hanphoneku dan bergegas mengirim pesan dan tiba tiba aku merasa pundakku ada yang menepuk.


“tapp..!!”, apa itu Cindy pikirku.


“Maaf mas tolong berdirinya jangan terlalu ditengah, banyak orang lewat agak ke pinggir aja biar gak mengganggu”,sahut seorang laki-laki. Aku toleh, oh ternyata salah satu dari pengunjung mall, ini.

“oh…Maaf Mas”,balasku. 


Laki-Laki tersebut langsung pergi. Suasana Mall malam ini memang sangat ramai. Wajar saja, mungkin karena Mall ini termasuk salah satu yang terbesar dan cukup terkenal di Kota ini.


“tap..!!”, aku merasa tepukan kembali dari pundaku. Apakah berdiriku masih mengganggu orang jalan pikirku.


“Hei..udah lama disini??”, terdengar suara yang begitu halus diiringi wangi-wangian khas perempuan.


(Bersambung…)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar