Kamis, 21 Juni 2018

3 Guy 1 Hammer : Pembantaian Sadis dari Dnipropetrovsk


Kenakalan remaja pada umumnya tidak bisa dihindari. Dengan berbagai jenis kenakalan yang kerap terjadi dari yang umum sampai yang aneh-aneh namun dalam tahap wajar.
Namun entah apa yang dipikirkan 3 pemuda dari Ukraina pada beberapa waktu lalu tepatnya tahun 2007 sebuah rekaman video yang bocor kepublik mempertontonkan 3 orang remaja melakukan kenakalan yang luar biasa kriminal dan mempertontonkan aksi sadis yang jauh dari penggambaran seorang manusia pada umumnya.

3 Guy 1 Hammer adalah julukan untuk sebuah rekaman yang mempertontonkan bagaimana 3 orang pemuda yaitu;

1. Igor Suprunyuck
2. Viktor Sayenko
3. Alexander Hanzha

Melakukan sebuah aksi pembantaian sadis yang mereka lakukan kepada para korbannya dengan berbekal sebuah palu. Yang sangat memilukan adalah para korban dipilih secara acak dengan target utama orang-orang yang tidak berdaya yang umumnya adalah Wanita, Anak-Anak, dan Orang lanjut Usia. Tak tanggung tanggung korban yang telah mereka bunuh berjumlah sekitar 21 orang dalam kurun waktu 2 bulan dan semua itu mereka dokumentasikan kedalam kamera dengan tujuan untuk dijadikan sebuah kenang-kenangan ketika mereka sudah tua.


AKSI PEMBUNUHAN

25 Juni 2007 adalah sebuah awal dimana dimulainya aksi brutal para 3 remaja tersebut, bertempat di kota Dnipropetrovsk, Ukraina. Mereka memulai dengan membantai seorang wanita berusia 33 tahun yang bernama Yekaterina Ilchenko, ketika saat itu sehabis pulang dari apartemen temannya. Yang sangat memperihatinkan pemilihan Yekaterina sebagai target tersebut sebenarnya bermula secara random atau acak.

Menurut keterangan saat interogasi setelah penangkapan dari salah satu pelaku Viktor Sayenko, mereka awalnya sedang keluar jalan-jalan dan mendapati bertemu dengan Yekaterina. Dari situlah muncul sebuah rencana pembantaian kepada korban. Pada malam itu Yakaterina dibunuh dengan cara dipukul menggunakan sebuah palu dibagian kepala dan wajahnya sengaja dipukul menggunakan palu sampai rusak agar sulit untuk di indentifikasi. Setelah kejadian tersebut pada kurun waktu pada tanggal 14 juli hingga 16 kerap terjadi kasus penyerangan dan selalu ditemukan 1 mayat tiap harinya.

Salah satu korban yang sangat mendapat perhatian dalam kasus 3 Guy 1 Hammer adalah seorang laki laki tua berusia 48 tahun bernama Sergei Yatzenko. Saat aksi pembantain korban oleh 3 pelaku disebuah hutan yang saat itu didokumentasikan menggunakan sebuah kamera bocor ke Deep Web dan menjadi viral kepublik. Berkat rekaman itulah para penegak hukum Ukraina bisa menangkap 3 pelaku yang sebelumnya sangat sulit dilacak.



Dalam sebuah informasi yang terdapat di Wikipedia yang mengutip keterangan dari keluarga korban dan tersangka, Sergei adalah laki-laki malang yang dipaksa pensiun karena menderita tumor kanker ditenggorokannya yang menyebabkan dirinya kesulitan untuk berbicara beberapa waktu. Namun walaupun demikian Sergei menolak untuk menjadi seorang pengangguran dengan mencari alternatif pekerjaan di desanya. Mulai dari bekerja konstruksi, memperbaiki mobil, menenun, hingga memasak dan tugas beratnya merawat ibunya yang sudah cacat. Namun nasib tragis datang ketika pada hari ketika dirinya ingin pergi mengunjungi cucunya dengan sebuah sepeda motor. Dirinya sempat pamit pada istrinya untuk terakhir kalinya sebelum sempat dibunuh secara kejam oleh 3 pelaku didalam hutan dengan dipukul dengan sebuah palu dan ditusuk dengan sebuah obeng sebelum akhirnya dimutilasi.

Dari rekaman korban lah para jaksa penuntut dipengadilan menggunakannya sebagai bukti dalam persidangan untuk menuntut para pelaku seberat-beratnya.

LATAR BELAKANG 
Beberapa klaim mengatakan motivasi para 3 pemuda dalam menjalankan aksi sadis kepada korbannya didasari oleh sebuah bisnis, dimana para pelaku menjual sebuah video snuff (video sadis hasil pembataian para korban) kepada sebuah situs di Dark Web dengan imbalan uang yang sangat tinggi. Namun informasi tersebut masih dipertanyakan karna belum bisa dibuktikan.

Untuk saat ini para pelaku berdalih aksi yang mereka lakukan awalnya didasari bertujuan untuk menghilangkan pobia mereka kepada ketinggian dan menghilangkan rasa takut karna sering diganggu oleh teman temannya. Dan dari situlah aksi pembantain yang mereka kerap lakukan dijadikan sebuah hobby.



Ada sebuah fakta yang mencengangkan yang didapat ketika  mengintrogasi 3 pemuda tersebut bahwa sudah sejak lama mereka memiliki hobby melakukan pembantaian kepada binatang-bintang yang ada disekitar dan mengabadikannya dengan sebuah kamera sebagi kenang-kenangan.

SANGKSI HUKUMAN

Atas perbuatan yang sudah dilakukan, pengadilan Ukraina menjatuhi hukuman kepada para 3 pemuda tersebut dengan Hukuman seumur hidup kepada Suprunyuk, Sayenko dan Hukuman lima belas tahun penjara kepada Alexander Hanzha. Awalnya banyak pihak yang menuntut mereka dihukum mati namun ditolak mengingat hukuman mati sejak Februari 2000  dihilangkan setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan hukuman mati tidak konstitusional pada bulan Desember 1999.

Suprunyuk dan Sayenko mendapat hukuman berat karena berperan menjadi otak dan eksekutor dalam pembantaian dan Hanzha yang bertindak sebagai juru kemera mendapat hukuman lebih ringan.


SUMBER:  WIKIPEDIA,  KASKUS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar